SISTEM PRODUKSI LANJUTAN

 PENGERTIAN SISTEM PRODUKSI

Secara umum produksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang menstranformasikan masukan (input) menjadi hasil keluaran (output). Dalam pengertian yang bersifat umum ini penggunaannya cukup luas, sehingga mencakup keluaran (output) yang berupa barang atau jasa. Dalam arti sempit, pengertian produksi hanya dimaksud sebagai kegiatan yang menghsilkan barang, baik barang jadi maupun barang setengah jadi, bahan industri dan suku cadang atau spare parts dan komponen. Hasil produksinya dapat berupa barang-barang konsumsi maupun barangbarang industri. Sistem produksi adalah suatu rangkaian dari beberapa elemen yang saling berhubungan dan saling menunjang antara satu dengan yang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu (Nasution & Yudha, 2008). Dengan demikian yang dimaksud dengan sistem produksi adalah merupakan suatu gabungan dari beberapa unit atau elemen yang saling berhubungan dan saling menunjang untuk melaksanakan proses produksi dalam suatu perusahaan tertentu. Menurut definisi di atas produksi meliputi semua aktivitas dan tidak hanya mencakup pengertian yang sangat luas, produksi meliputi semua aktivitas dan tidak hanya mencakup pembuatan barangbarang yang dapat dilihat dengan menggunakan faktor produksi. Faktor produksi yang dimaksud adalah berbagai macam input yang digunakan untuk melakukan proses produksi. Faktor-faktor produksi tersebut dapat diklasifikasi menjadi faktor produksi tenaga kerja, modal, dan bahan mentah. Ketiga faktor produksi tersebut dikombinasikan dalam jumlah dan kualitas tertentu. 


TUJUAN SISTEM PRODUKSI

  • Memenuhi kebutuhan perusahaan
  • Memperhitungkan Modal
  • Membuat proses produksi berjalan dengan teratur

KARAKTERISTIK SISTEM PRODUKSI
  • Mempuyai sejumlah komponen/elemen baik elemen fungsional maupun struktural yang saling berkaitan satu sama lain dan membentuk satu kesatuan yang utuh. 
  • Terdapat tujuan produksi yang hendak dicapai berupa produk barang/jasa yang berkualitas dan harganya komptetif. 
  • Terdapat aktivitas produksi berupa proses transformasi bahan baku menjadi bahan jadi yang memiliki nilai tambah (value added). 
  • Memiliki mekanisme yang digunakan untuk mengendalikan aktivitas opersional usahanya sehingga terjadi optimalaisasi pengalokasian 

LAPORAN KOS PRODUKSI – PENAMBAHAN BAHAN BAKU SETELAH DEPARTEMEN PERTAMA

Bahan baku pada umumnya digunakan di departemen pertama dan hasil proses di departemen pertama merupakan bahan baku bagi departemen berikutnya. Terkadang penambahan bahan baku terjadi di departemen berikutnya. Terdapat 3 pengaruh terhadap penambahan bahan baku ini, yaitu:
(1) jumlah unit yang diproses tidak bertambah, tetapi terdapat kenaikan kos produksi; 
(2) jumlah unit yang diproses bertambah, tetapi tidak terdapat kenaikan kos produksi; 
(3) jumlah unit yang diproses bertambah diikuti kenaikan kos produksi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAYA OVERHEAD PABRIK

SISTEM KOS PEKERJAAN-ORDER

SISTEM KOS STANDAR PENETAPAN STANDAR DAN ANALISIS VARIANSI