SISTEM KOS PRODUK BERSAMA (JONT PRODUCT) DAN PRODUK SAMPINGAN (BY PRODUCT COSTING)

 PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN

Produk Bersama

Produk bersama adalah produk-produkp individual, yang masing-masing memiliki nilai jual yang signifikan dan relatif sama atau tidak berbeda secara signifikan, yang dihasilkan bersama-sama dari suatu proses produksi yang sama dengan menggunakan bahan baku yang sama. Peningkatan output satu produk akan menyebabkan peningkatan pada output produk bersama lainnya (dan sebaliknya) meski tidak selalu dalam proporsi peningkatan yang sama. Sebagai contoh, penambangan emas yang dilakukan oleh PT Freeport Indonesia di Tembaga Pura. Pada saat pemrosesan untuk memisahkan emas dari tanah dan batuan, dihasilkan juga mineral lainnya yang juga memiliki nilai jual signifikan, yaitu perak. Dengan demikian, karakteristik dasar produk bersama adalah sebagai berikut.

1. Produk bersama dihasilkan dari bahan baku dan proses yang sama. Pemrosesan satu produk bersama berarti akan memproses seluruh produk bersama yang ada pada saat yang sama. Ketika tambahan kuantitas satu produk bersama diproduksi maka kuantitas produk lainnya akan meningkat meskipun tidak selalu dengan proporsi yang sama. 

2. Pemanufakturan produk bersama selalu memiliki titik pisah (split-off point), yaitu suatu titik dalam proses produksi yang mana setiap produk bersama akan terpisah secara individual, kemudian masing-masing dijual atau diproses lebih lanjut (proses produksi tambahan). Kos yang terjadi setelah titik pisah ini tidak memiliki masalah alokasi ke produk karena dapat dengan mudah dilacak pada produk yang menikmati kos tersebut. 

3. Tidak ada satu produk bersama yang memiliki nilai yang lebih besar secara signifikan dibandingkan produk bersama lainnya. 

Produk Sampingan

produk sampingan adalah produk-produk yang memiliki nilai jual terbatas (dalam pengertian tidak terlalu tinggi) yang diproduksi bersamaan dengan produk utama (main product) atau produk bersama yang memiliki nilai jual lebih besar secara signifikan. Produk bersama merupakan hasil insidental (tidak direncana) yang dihasilkan dari pemrosesan produk lainnya.

Perbedaan Produk Bersama dan Produk Sampingan

Perbedaan antara produk bersama dan produk sampingan hanya pada nilai jual dari produk tersebut. Oleh karena itu, perbedaan ini bersifat relatif dan bisa saja berubah suatu saat karena adanya teknologi baru yang dapat menambah nilai jual produk sampingan atau karena adanya pasar baru yang memungkinkan dijualnya produk sampingan dengan nilai jual yang signifikan. Sebagai contoh, hati sapi yang dihasilkan oleh industri pemotongan dan pengolahan daging sapi di Australia. Pada awalnya, hati sapi ini merupakan produk sampingan dari proses pemotongan dan pengolahan sapi karena memiliki nilai jual yang rendah dan dijual untuk makanan hewan piaraan (anjing dan kucing) di Australia. Akan tetapi, dengan terbukanya pasar baru, yaitu negara-negara di Asia Tenggara (termasuk Indonesia), yang salah satu kultur kuliner masyarakatnya adalah menggunakan hati sapi sebagai bahan utama, memungkinkan industri pemotongan dan pengolahan sapi mengekspornya ke negara-negara tersebut dengan harga jual yang relatif signifikan. Hal ini mengakibatkan hati sapi yang dahulu merupakan produk sampingan, sekarang menjadi produk bersama. Baik produk bersama maupun produk sampingan setelah terpisah pada titik pisah dengan produk lainnya dapat dijual dengan 2 cara, yaitu langsung dijual setelah titik pisah dan diproses terlebih dahulu setelah titik pisah dan kemudian baru dijual.

PRODUK SAMPINGAN DAN BAHAN SISA

bahan sisa (scrap), yaitu bahan yang merupakan sisa dari suatu proses produksi. Bahan sisa dapat digunakan lagi untuk tujuan proses produksi lain atau dijual. Sering kali terdapat kesulitan untuk membedakan antara produk sampingan dengan bahan sisa. Contoh dari bahan sisa adalah pada perusahaan konveksi. Proses produksi dalam perusahaan konveksi, setelah kain dipotong mengikuti pola tertentu, akan menghasilkan bahan sisa berupa potongan-potongan kain. Apakah ini termasuk produk sampingan ataukah bahan sisa? Pembeda dari dua jenis ini adalah nilai jualnya. Produk sampingan memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada sisa bahan, tetapi perlu diingat sebagaimana dibahas di atas, pembeda ini bersifat relatif. Sisa bahan bisa saja suatu saat berubah menjadi produk sampingan dengan adanya teknologi atau pasar yang baru.

KOS BERSAMA (JOINT COSTS) DAN KOS UMUM (COMMON COST) 

    Kos bersama merupakan penamaan atau istilah kos-kos produksi berupa bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik yang terjadi sebelum dan sampai dengan titik pisah. Karakteristik dari kos bersama ini adalah tidak dapat dilihat atau dilacak produk tertentu yang menyerapnya. Hal ini merupakan masalah utama dalam kos bersama. Karakteristik dari kos bersama ini adalah tidak dapat dilihat atau dilacak produk tertentu yang menyerapnya. Hal ini merupakan masalah utama dalam kos bersama.

    Kos umum adalah kos yang muncul akibat adanya penggunaan bersama suatu fasilitas oleh dua pengguna atau lebih. Pada umumnya, kos umum muncul dari penggunaan bersama suatu departemen pendukung/jasa oleh dua atau lebih departemen produksi. Kos yang terjadi di departemen pendukung ini harus dialokasi ke departemen pendukung. 

SISTEM KOS PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN

Sistem kos produk bersama dan produk sampingan bukan merupakan sistem akumulasi kos yang baru. Sistem ini merupakan bagian integral dari sistem kos proses atau sistem kos pekerjaan - order. Sistem ini terkait dengan bagaimana mengalokasi kos bersama ke masing-masing jenis produk yang dihasilkan dan kemudian menentukan nilai dari masing-masing produk

SISTEM KOS PRODUK BERSAMA

Kos bersama dapat dialokasi pada produk bersama dengan menggunakan salah satu dari metode berikut ini, yaitu sebagai berikut. 

1. Metode nilai pasar (market value method). 

2. Metode output fisik (physical output method). 

3. Metode kos unit rata-rata (average unit cost). 

4. Metode rata-rata berbobot (weighted-average method). 

5. Metode unit kuantitatif (quantitative unit method). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIAYA OVERHEAD PABRIK

SISTEM KOS PEKERJAAN-ORDER

SISTEM KOS STANDAR PENETAPAN STANDAR DAN ANALISIS VARIANSI